Wednesday, October 13, 2010

KEWAJIBAN SEGERA MELAKSANAKAN HAJI

I. IBADAH HAJI DAN KEWAJIBAN SEGERA MELAKSANAKANNYA

Bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-Nya untuk menunaikan haji ke Baitullah dan hal itu dijadikan-Nya sebagai salah satu rukun Islam.

Allah Berfirman :

...... Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan menuju Baitullah. Dan barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam (QS. Ali Imran : 97)

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya."

Di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Ibnu Umar, Nabi s.a.w. bersabda:

Islam itu didirikan atas Lima Pilar :

1. Kesaksian bahwa tiada tuhan (Yang Haq disembah) kecuali Allah,

dan bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah.

2. Muhammad adalah Rasul Allah

3. Mengerjakan Shalat

4. Mengeluarkan Zakat

5. Mengerjakan haji ke Baitullah.

Dari Hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal, berdasar riwayat Ibnuu 'Abbas, bahwasanya Nabi SAW bersabda : Cepat-cepatlah kalian menunaikan haji - yakni haji wajib- karena sesungguhnya seseorang di antara kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.

Dari Hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah, berdasar riwayat Aisyah :

Aisyah bertanya : wahai Rasulullah, adakah kewajiban jihad bagi wanita?

Beliau menjawab : "Bagi mereka ada kewajiban jihad tanpa peperangan, yaitu Haji dan Umrah".

Haji dan Umrah hanya diwajibkan sekali saja seumur hidup. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w. dalam hadist shahih :

Haji itu hanya sekali (wajibnya). Barang siapa menambah (melakukan lebih dari dekali), maka itu adalah tathawwu' (amalan sunnah atas kerelaan)

Disunnahkan memperbanyak melakukan haji dan umrah sebagai tathawwu' (amalan tambahan) berdasarkan hadits dalam shahih al-Bukhari dan Muslim :

Dari Abu Hurairah r.a. : ia berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda :

"Umrah ke Umrah berikutnya adalah menutupi (kafarat) kesalahan - kesalahan yang terjadi antara keduanya Dan haji yang mabrur itu imbalannya tiada lain adalah surga."

II. KEWAJIBAN BERTAUBAT DARI SEGALA MAKSIAT

Jika seorang muslim sudah bertekad bulat untuk pergi Haji maupun Umrah, disunnahkan baginya berwasiat kepada keluarga dan handai taulannya dengan wasiat taqwa kepada Allah, yakni mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hendaknya ia menuliskan hitam di atas putih utang-piutangnya dan mencantumkan pula saksi dalam tulisan itu. Wajib baginya segera bertaubat yang sebenar-benarnya dari segala dosa, berdasarkan firman Allah :

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, agar supaya kamu beruntung (QS. An-Nur: 31)

III. BERIBADAH HAJI DENGAN BEKAL YANG HALAL

Melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan biaya/bekal yang baik dari harta yang halal berdasarkan hadist shahih dari Rasulullah s.a.w. bahwa beliau bersabda :

"Sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidaklah menerima kecuali yang baik."

Berdasarkan Hadist yang diriwayatkan oleh ath-Thabarani :

At-Thabarani meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah s.a.w. Bersabda :

"Jika seseorang keluaar bertujuan haji dengan membawa biaya yang baik (halal) dan ia pijakkan kakinya pada pijakan pelana kudanya lalu menyeru: 'Kusambut panggilan-Mu ya Allah, kusambut panggilan-Mu', maka diserulah ia oleh penyeru dari langit:'Kusambut pula kamu dan kukaruniakan kepadamu kebahagiaan demi kebahagiaan. Bekalmu adalah halal. Dan hajimu adalah mabrur (diterima), tidak ternoda oleh dosa'.

Jika seseorang itu keluar dengan membawa biaya yang buruk (haram), lalu ia pijakkan kaiknya pada pijakan pelana kudanya dan menyeru: 'Kusambut panggilan-Mu ya Allah, kusambut panggilan-Mu', maka diserulah ia oleh penyeru dari langit:'Aku tidak menyambutmu dan tidak pula Aku karuniakan kebahagiaan demi kebahagiaan kepadamu. Bekalmu adalah haram, harta yang kamu nafkahkan pun haram, dan hajimu tidaklah diterima (tidak mabrur).'

IV. MEMPELAJARI MANASIK HAJI DAN ADAB PERJALANAN

Seyogyanya mempelajari dan mendalami tuntunan yang benar untuk amalan haji dan umrahnya, dan menanyakan apa yang tidak diketahui, agar benar-benar mengerti dan melakukan haji atas dasar ilmu.

Dan seyogyanya dalam perjalanan, memperbanyak dzikir, istigfar, memanjatkan do'a kepada Allah, membaca Al Qur'an dan memahami maknanya, senantiasa memelihara shalatnya, menjaga lisannya dari hal-hal berikut ini seperti hal tidak berguna, senda gurau yang berlebihan, dusta, bergunjing, adu domba, mengejek.

Seyogyanya menanamkan kebaikan dilingkungannya, menahan diri dari perbuatan mengganggu dan menyakiti orang. Mencegah perbuatan mungkar dan saling memberikan nasihat dalam kebaikan.

No comments:

Post a Comment

Blog Archive

DANA TALANGAN BAGI CALON HAJI

Anda serius ingin pergi haji ? Manfaatkan dana talangan untuk mempercepat proses mendapatkan porsi. Hanya dengan memiliki Rp 4.000.000,- Anda bisa memperoleh porsi haji. Hubungi : H. Akbar (08159244764).

CD PERJALANAN IBADAH HAJI KBIH ARRAFIIYAH TAHUN 1431 H / 2010 M

CD PERJALANAN IBADAH HAJI KBIH ARRAFIIYAH TAHUN 1431 H / 2010 M
Terdiri dari 2 keping CD dengan durasi lebih dari 2,5 jam. Berisi tentang aktivitas jemaah haji Arrafiiyah selama perjalanan haji, baik yang menyangkut soal ibadah maupun tempat-tempat penting dan bersejarah. Harga Rp. 50.000,-